Selasa, 18 Juli 2017

MANUSIA SEJAT

Ronal sejati

Tasbih cinta tak akan lenyap dalan hembusan angin biru, hanya bentuk yang tersisa, buai rasa untuk mengira dalam kasih yang tebentang lirih
rasa tersangkar di hadirnya jasad, membias gelap di alam pikir,tak ujar dan tak cakap, hembskan rasa di cakrawala,tanpa sekat ruang dan waktu
rasa hadir dalam jiwa, tuk menikam dalam hasrat,bila bekal itupun tak ada, sedihpun tak ada guna, jiwa rasa lurus padaNYA, capai nikmat di bentuk rasa
rasaNYA  adalah jernih mengalir dalam nilai hakiki, berselancar dalam jiwa yang fitrah rasaNYA,tak akan goyah berpijar di setiap insan, membasuh lembut dalam embunnya Rasa,bersandarlah pada rasaNYA, tuk penuhi gelembung hatimu
masuklah rasamu, larut dalam rasaNYA,tak perluh kau toleh pada nafsumu,kibarlah hati dalam nilai yang murni, berpijar MANUSIA SEJATI
menebar bijak, melangkah terang, kembali pada suci diri,menbasuh murni hati, dapati Tasbih Cinta Sejati

sejati dalam rasa sejati dalam tindak, bercermin tanpa cermin,bersatu dalam akal,ucap dan hati, damai di hati indah di jiwa
dunia adalah singgah, akan hilang ditiup sangkala, diri adalah suci atas ruh yang dititipkan olehNYA, kenali dirimu maka kau akan kenal Tuhanmu
Alam adalah firman Allah yang tak tertulis (ayat-ayat kauniyah), dan Alqur’an adalah ayat-ayat kauliyah … Semua alam semesta tergelar atas Asma Allah (bismillah) Asma terkandung kehendak … Kehendak terkandung dalam sifat… ...Sifat terkandung dalam Af’al Af’al terkandung pada Dzat.
MAFF BLOG INI MASIH DALAM PROSES PEGEMBAGAN
jagad alam semesta

SANG PEMILIK ALAM




klik disini & kunjungi alamat blog saya

Kita,hidup di dunia hanya sementara. Bagaikan hanya sekejap mata Ku ingin semua ini bertahan lama. Dan tak akan pernah usai. Tuhan pemilik alam semesta, Inikah akhir dunia mu ? Kulalai kan perintah mu, Dari yang terkecil hingga tak terhitung lagi. Kau teramat pemaaf dan pengasih Kau maha agung dan maha besar Biarkan lah kami songsong sang surya Dan jelajahi duniamu ini. Tetapi kami akan selalu bersyukur Atas karuniamu Cinta kami pada mu Tak akan pudar hingga akhir hayat ku. Siapa yang Menciptakan Alam Semesta dari Ketiadaan?
Dengan kemenangan Dentuman Besar, tesis "alam semesta tanpa batas", yang membentuk basis bagi dogma materialis, dibuang ke tumpukan sampah sejarah. Namun bagi materialis, muncul pula dua pertanyaan yang tidak mengenakkan:
Apa yang sudah ada sebelum Dentuman Besar? Dan kekuatan apa yang telah menyebabkan Dentuman Besar sehingga memunculkan alam semesta yang tidak ada sebelumnya? Materialis seperti Arthur Eddington menyadari bahwa jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini dapat mengarah pada keberadaan pencipta agung dan itu tidak mereka sukai. Filsuf ateis, Anthony Flew, mengomentari masalah ini: Jelas sekali, pengakuan itu baik bagi jiwa.

Tanda-Tanda Al Quran

Ini telah dinyatakan dalam kitab-kitab suci yang telah berfungsi sebagai penunjuk jalan bagi manusia selama ribuan tahun. Dalam semua kitab suci seperti Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan Al Quran, dinyatakan bahwa alam semesta dan segala isinya diciptakan dari ketiadaan oleh Allah. Dalam satu-satunya kitab yang diturunkan Allah yang telah bertahan sepenuhnya utuh, Al Quran, ada pernyataan tentang penciptaan alam semesta dari ketiadaan, di samping bagaimana kemunculannya sesuai dengan ilmu pengetahuan abad ke-20, meskipun diungkapkan 14 abad yang lalu. Pertama, penciptaan alam semesta dari ketiadaan diungkapkan dalam Al Quran sebagai berikut:

"Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri.
Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu." (QS. Al An'aam, 6: 101)
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu,
kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup." (QS. Al Anbiyaa', 21: 30)

Riwata Photos Pesona alam lokait